Andalan

Postingan pertama ku (Obrolan anak SD yang tak wajar dan tal pantas)

Miris obrolan anak SD yang tak wajar aku temui sore tadi. Seperti biasa setiap sekitar jam 3 sore aku berangkat dari rumah untuk berjualan makanan anak-anak yaitu kue sarang laba-laba. Sesuai target pemasaran dari makanan yang aku jual adalah anak anak maka setiap keliling kampung saya berhenti setiap ada kerumunan anak anak dengan harapan ada yang membeli dagangan ku heehe. Dan setelah beberapa menit aku berhenti di kerumunan anak anak itu ada satu dua anak yang datang untuk membeli, sementara yang lain hanya sebatas melihat makanan yang aku jual karena memang makanan yang aku jual belum begitu terkenal di daerah ku jadi belum banyak yang tau seperti apa bentuk dan rasa makanan yang aku jual. Terlebih ketika saya baru Berjualan di kampung yang berbeda. Seperti biasa sambil melayani anak anak yang beli dagangan ku aku mencoba menjalin kedekatan dengan mereka dengan cara basa-basi seperti nanya sekolahnya dimana kelas berapa dan lain-lain. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah agar mereka merasa dekat dengan ku karena mereka akan merasa nyaman beli jajanan ku agar di kemudian hari dagangan ku akan semakin laris karena mereka suka beli hehehe.

Di sela sela saya bercengkrama dengan anak-anak yang sedang menunggu jajanan yang mereka beli matang, aku dengar anak-anak lain yang asyik ngobrol dengan beberapa orang yang sedang saya suka tidak pantas mereka b membicarakan. Mereka suka salah satu dari mereka dengan nada mngejek dengan mengatakan “ah koe tah pace nembe nyruput langka langka setengah gelas baen wis KO” dengan logat khas jawa ngapak banyumasan yang kurang lebih ” kamu mah tidak gantel baru minum belum ada setengah gelas wis KO” . Awalanya saya penasaran denhan ala yan mereka bicara namun kemudian jatuh salah satu dari mereka yang terlihat sedikit bengis dan gelagat agak sok jago mengatakan “Kue si urung apa apa nembe ciu nek nyong wis biasa ngumbe MENTION , BIR,┬áPas dijak nang kakang nyong “Itu si belum baru ciu kalau aku dah pernah minum MENTION, BIR, TOPI MIRING waktu di ajak kaka ku”

Dan saat ini saya geleng geleng kepala dengan apa yang mereka b bicara. Anak sekecil itu saya perkirakan masih sekolah SD sudah terbiasa dengan hal hal seperti itu. Apakah orang tuanya tidak tau dengan apa yang mereka lakukan? Tidak kah para orang tua mereka memberi pengertian tentang bahaya dan keburukan dari minum minuman keras?
Padahal dalam benak saya tidak usah jauh jauh mengaitkan hal itu dengan agama yang jelas jelas haram dalam lingkup sosial saja biasanya orang yang suka minum minuman keras akan di pandang buruk. Dari situ saya tersadar bahwa saya punya seorang anak yang masih amat sangat kecil yang belum genap 2 tahun. Bagaimana jika saat anak ku seusia mereka sampai salah pergaulan? Dari kesalahan orang tua anak anak itu yang mungkin kurang memperhatikan mereka dari segi moral berupa bekal pemahaman akan mana hal yang baik dan mana yang buruk saya belajar. Bahwa sebelum anak saya terlanjur terbawa arus perkembangan jaman saya harus membekali anak anak saya dengan pemahaman yang baik hinggan anak anak ku paham mana yang baik dan mana yang buruk. Juga sebisa mungkin menghindari berteman dekat dengan anak anak yang kurang baik prilakunya jika tidak sanggup membawa mereka ke jalan yang baik. Pernah sayang dengar sebuah kata bijak “Jika sebuah gelas sudah di isi penuh maka dimanapun gelas itu di taruh tak ada lagi ruang bagi gelas itu untuk menampung udara dari luar “ maksudnya adalah jika seorang anak sudah di bekali mengerti siapa yang mana dan apa yang salah maka dengan siapa dan siapa dia Bergaul tidak akan dengan yang ada di sekitarnya.
Dari kejadian ini semoga bisa memberi wawasan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak agar tidak mudah terjerumus ke hal hal yang buruk.

Iklan